Kamis, 11 Desember 2008

Dokter Mesum

Siang itu, aku berjalan tertatih-tatih dengan perasaan tak mestckgnentu menuju ruang tunggu seorang dokter. Saya mendapatkan alcksrjiamatnya dari temanku. Katanya dokter ini hebat sekali dalam iwyitbdlmu pengobatan. Dan saat itu aku memang benar-benar membutuhkcftwynan dokter yang hebat. Anusku berkedut-kedut agak nyeri. Semuarsjqez gara-gara ulah salah satu teman gayku. Kami bertemu, merasa jfvxlcocok, dan berakhir dengan seks yang luar biasa. Namun karenaoghvd kontolnya besar, anusku dihajarnya habis-habisan sampai berdsxfdwuarah-darah. Dia memang jago sekali dalam hal mengentot. Aku dzafiibuatnya kehabisan napas. Namun aku sangat menikmatinya. Suda [17tahun2.com] h hampir satu minggu berlalu namun anusku masih juga tetap sazpnbekit, terasa seperti terbakar api. Karena takut infeksi, saya tnasmemberanikan diri untuk menemui seorang dokter. Jadi itulah afplyuewal mulanya bagaimana saya bisa sampai duduk di ruang tunggu eoznqmitu.

Jumlah pasien pada siang itu sedikit sekali, hanya adyovqma aku, pasien satu-satunya di ruangan itu. Seorang pria muda gvkmyang seksi dan tampan duduk di depan ruang praktek. Dia adalakzhoyrh asisten sang dokter dan bertugas untuk mendaftar para caloncwalm pasien. Pakaiannya rapi dan tampangnya oke. Sekilas wajahnyayekzht agak mirip dengan wajah Irgi, pembawa acara Indonesian Idol.prwf Tapi pemuda ini berambut cepak dan tampak ada brewok tipis tdvolmbumbuh di rahangnya. Sungguh tampak seksi dan maskulin. Aku halxczrus berjuang keras untuk menjaga agar kontolku tidak tegang. wuhyBadannya memang tidak besar namun tampak kuat dan atletis. Taxvbtjngannya kokoh sekali dihiasi otot dan urat. Sambil menunggu grebwhiliranku, diam-diam aku mencuri pandang ke arahnya.

"Nama qtoplgAnda?" tanyanya, suaranya terdengar tegas namun seksi.

Aku [17tahun2.com] hampir pingsan saat pemuda ganteng itu menatapku, matanya sempoqolah-olah memanggilku untuk mendekat. Aku bergegas bangun darubpoi tempat dudukku dan berjalan menghampirinya. Kukatakan padan [17tahun2.com] ya namaku dan juga semua informasi lainnya yang dia minta. Pruzvctwia muda itu segera mencatatnya di buku daftar pasien. Dan tibgwosxpa-tiba dia menanyakan pertanyaan yang membuatku tidak nyaman. [17tahun2.com]

"Keluhan Anda?" Wajahku memucat. Aku merasa malu sekali u [17tahun2.com] ntuk memberitahukannya bahwa anusku perih akibat disodomi. Tagrhipi aku tak punya pilihan lain.
"Mm.. Anu.. Pantat saya perihszkvna," jawabku pelan, kepalaku tertunduk malu.
"Kamu homo? Abis [17tahun2.com] dientot ama cowok?" tanyanya kembali sambil tersenyum mesum.
evjw
Tiba-tiba saja gaya bicaranya berubah mesum. Kata-kata kothlukgor keluar begitu saja dari mulutnya. Ditanya seperti itu, akuzjyare hanya terdiam, tak mampu berkata-kata. Dan tampaknya kebisuatwcuvanku sudah merupakan jawaban yang memuaskan baginya. Pemuda gasexycunteng itu hanya tertawa saja.

"Tenang, saya cuma bercanda,hmsdlr kok. Gak perlu khawatir. Saya sangat terbuka dengan para prikifra homoseksual. Sebenarnya banyak juga pria homoseksual yang sqeinering datang ke sini. Jadi, aku sudah terbiasa." Dia tersenyuexyfpm lebar, senang melihatku sempat kebingungan.
"Kapan-kapan mwlmyeau nggak aku sodomi? Tapi aku bukan homo, loh," tambahnya lagcymjpii. Pria muda itu memang iseng!
"Silakan duduk dulu. Nanti kuctdupanggil," sambungnya, masih tertawa. Aku mendadak merasa sangnudtat bodoh telah mengira bahwa dia juga gay. Tapi dalam hati, sslraaya berharap bahwa pemuda straight itu diam-diam menyukai prijlvknxa homo.

Rasanya lama sekali, harus duduk menunggu di bawahlkeoa tatapan sang asisten. Sesekali, dia menyuarakan siulan nakalxlyv seakan aku adalah obyek seks yang panas. Aku hanya berani meenfranatapnya secara sembunyi-sembunyi. Pemuda itu memang sangat g [17tahun2.com] anteng. Aku tak keberatan disodomi olehnya jika dia memang ma [17tahun2.com] u. Lima menit kemudian, namaku dipanggil. Pemuda itu membukakgweban pintu ruangan praktek sang dokter dan mempersilakanku untucevtgk masuk. Sambil menahan perih di anusku, aku berjalan masuk k [17tahun2.com] e ruangan itu. Dan tiba-tiba saja pemuda itu menepuk pantatkubrwkhz sambil mengedipkan matanya ke arahku. Astaga, sebenarnya dia [17tahun2.com] juga homo atau hanya iseng saja? Namun aku tidak protes, malekgfpah aku sangat suka.

"Awas. Dokternya ganteng, loh," bisiknaksjheya, nakal. Setelah aku masuk, pemuda kembali ke mejanya setelivcgqhah menutup pintu. Tinggallah aku di sana dengan sang dokter.
jatmz
Begitu mataku melihat sang dokter itu, aku langsung terpesmxugfsona. Usia dokter itu masih lumayan muda, mungkin di awal 30-awznkpyn. Rambutnya terpotong pendek dan rapi, nyaris cepak. Wajahnyzplqda memancarkan aura kejantanan dan keseksian seorang pria sejasmbvti. Badannya tampak tegap di balik jubah dokternya. Saat doktnlgiuer itu tersenyum padaku, aku nyaris pingsan!

"Kata asistenlihyqvku, anusmu perih karena disodomi, ya?" Aku hanya mengangguk-n [17tahun2.com] gangguk seperti orang bodoh. Namun keramahan dokter itu menentakpzsangkan hatiku.
"Silahkan buka pakaian Anda. Saya ingin Anda itfdcbertelanjang bulat, lalu duduk di ranjang pemeriksaan," katanqxmthbya sambil sibuk mengambil peralatan yang akan digunakannya unpstwrtuk memeriksaku.

Aku sebenarnya malu sekali, apalagi kontofgkcxylku sedang tegang. Pakaianku mulai jatuh ke atas lantai, hanyzmnla tersisa celana dalam putih yang masih melekat di tubuhku. Ttspcvoonjolan kontolku tampak sangat jelas, tercetak di bagian depaimoqn. Noda basah menghiasi bagian itu. Selain itu, ada pula bekahitxqs noda sperma kering yang sudah menguning. Wajahku memerah se [17tahun2.com] perti tomat. Rupanya aku lupa mengganti celana dalamku denganczgm yang baru. Aroma sperma kering dan air seni mulai menyebar desonari celana dalamku. Berhubung aku berdiri sambil membelakangiibmpo sang dokter, dia tak melihat tonjolan kontolku.

Namun tibfzjkga-tiba sepasang tangan yang kekar memegang pundak telanjangkuxzdvpq dan kemudian memutar tubuhku. Semua terjadi sangat cepat sehlwnqingga setelah aku menyadarinya aku telah berdiri di hadapan d [17tahun2.com] okter ganteng itu dengan tonjolan besar dan basah. Dia hanya uwzqbtersenyum saja.

"Tegang ya? Gak pa-pa, kok. Itu tandanya kvbgridamu sehat. Sekarang, buka ya?"

Seperti boneka yang tak berqfkjvdaya, aku membiarkan dia melucuti celana dalamku. Kontolku ya [17tahun2.com] ng tegang langsung terekspos. Tanpa malu, batang kejantanankuxsbi berdenyut-denyut dengan bangga di hadapan sang dokter.

"W [17tahun2.com] ah, ukuran yang bagus," komentarnya.

Tiba-tiba saja tanganmsgyvnya melesat ke depan dan menggenggam kontolku erat-erat. Gengnfodqgaman itu segera berubah menjadi belaian. Jantungku berdegup xwygjkencang, menahan gejolak nafsu birahi. Mataku terpejam agar a [17tahun2.com] ku bisa merasakan kehangatan dari sentuhan tangannya. Aahh.. cpydmwHangat sekali sentuhannya. Kontolku berdenyut-denyut dengan ngdazwikmat di bawah kendali belaian tangannya.

"Kamu benar-benazdwiagr homo, ya?" tanyanya tiba-tiba.

Aku membuka mataku dan kujprclgtatap wajahnya. Kulihat sorot matanya penuh dengan birahi. Sabitwuqat dia melepaskan kontolku, aku merasa sangat kecewa. Ingin rhjytfasanya memintanya untuk memegangnya kembali.

"Naik ke atasfqjvy ranjang. Ambil posisi merangkak seperti bayi dan hadapkan palzsfxntatmu ke arahku. Aku akan memerika anusmu."

Dengan agak kaecrvikuk, aku menuruti perintahnya. Berada dalam posisi seperti idiflqtu membuatku merasa sangat rawan untuk digagahi. Bayangkan safrkpja. Seorang pemuda seksi seperti saya menunggingkan pantatku mjbdnodi atas ranjang agar dokter itu bisa memeriksa pantatku, sepekgyqrti adegan di film porno homoseksual. Kontolku masih saja teguxwiang, bergantung di selangkanganku. Di depanku adalah tembok podinutih, kutatap dengan pandangan kosong seraya menanti sang dokmtievter melakukan tugasnya. Sayup-sayup kudengar suara sarung tan [17tahun2.com] gan karet dipakaikan pada kedua tangan dokter itu. Kemudian tfukdsliba-tiba kurasakan gel kental yang dingin dioleskan pada anusyxrzoku. Aku meringis-ringis saat tangannya bersentuhan dengan anukevtsku yang perih. Dan tanpa peringatan, jari sang dokter memaks [17tahun2.com] a masuk ke dalam anusku.

"Aarrgghh!!" erangku. Sungguh sakywjldit rasanya, seakan-akan aku kembali disodomi. Jari itu terasaqybfre gemuk dan panjang, mirip kontol!
"Oohh!!" erangku lagi. Nam [17tahun2.com] un, meskipun kesakitan, kontolku tetap ngaceng dan malah semalguekin ngaceng. Precum mulai mengalir keluar dari lubang kontolkkjmdlfu, membasahi area kepala penisku.
"Aahh.." jeritku kali ini. [17tahun2.com]

Dokter itu memutar jarinya hingga hal itu membuatku semakhidsoin kesakitan. Aku hanya dapat mengerang kesakitan sambil tetafzgvlp mempertahankan posisiku. Sekujur tubuhku bergetar menahan s [17tahun2.com] akit. Namun, anehnya, rasa sakit itu malah membuatku semakin [17tahun2.com] bergairah. Mungkin karena sakit yang kurasakan masih ada hubulxknpngannya dengan anus, ditambah lagi orang yang sedang memerikszybra anusku adalah seorang dokter ganteng.

"Wah, anusmu bengkxohkjak. Pasti kontol yang masuk ke dalam pantatmu adalah kontol ybdqpioang besar dan panjang," komentarnya.

Aku hanya meringis-rilxhnengis saja. Saat jarinya menyentuh prostatku, aku hampir terlo [17tahun2.com] njak. Gelombang kenikmatan mendera tubuhku, memaksaku menuju wruqdjurang kenikmatan. Eranganku kembali terdengar saat jarinya m [17tahun2.com] enabrak prostatku lagi.

"Aarrgghh.. Hhoohh.." erangku.

[17tahun2.com] Gairahku naik. Api nafsu membakar diriku. Kontolku berdenyut ufxlqssemakin keras, hampir saja memuncratkan pejuh keluar. Namun jshxmari dokter itu malah semakin mengerjai prostatku. Tak ayal lavlakgi, aku harus berjuang untuk menahan deraan kenikmatan. Memandqewg nikmat sekali, namun sekaligus terasa menderita sebab aku t [17tahun2.com] ak boleh merayu dokter itu. Lain halnya jika dia juga homo. Tpmltapi melihat tampangnya yang macho dan berotot, mana mungkin jahekybika dia gay? Memang, pria gay tidak harus lemah lembut dan fedkgjuminin. Di film-film porno homoseksual, diperlihatkan bahwa baepdsnnyak pria gay yang macho serta berbodi aduhai, kekar bagaikanvdeu pahatan patung Yunani. Namun, aku sendiri belum pernah bertejykndsmu dengan pria gay yang bertubuh kekar.
"Aarrgghh.." desahku saat jarinya kembali menyiksaku dengan kenikibhyfvmatan. Kain seprei di bawah kontolku sudah basah, ternoda dengan gpbdcairan pra-ejakulasiku.
"Enak ya?" tanyanya. Suaranya terdengar xrogjmemabukkan, membuatku semakin horny saja. Dokter itu malah semakihsamwcn giat menyodomi anusku dengan jarinya.
"Aarrgghh.. Oohh.. Aahh. [17tahun2.com] ." desahku, kepalaku berputar-putar dengan nafsu.
"Aahh.. Iya, d [17tahun2.com] okter.. Oohh.. Enak banget.. Aahh.."
"Lebih enak mana? Jariku at [17tahun2.com] au kontol cowok yang menyodomimu hingga begini?" tanyanya lagi, krozlpali ini lebih menjurus.

Dalam hati, aku bertanya, 'Kok pertanymdfnaannya begitu? Apa maksudnya? Apa dia juga homo kayak gue?' Namunjofh kuputuskan untuk menjawab saja secara jujur.

"Aahh.. Jari dokodyrter enak.. Oohh.. Kayak kontol.. Aahh.. Lebih enak lagi kalo doktvzgupjer bisa.. Aahh.. Sodomi aku ama.. Hhoohh.. Kontol dokter.. Aahh.. [17tahun2.com] "

Urat maluku mendadak putus begitu saja. Aku tak peduli apakaaozvhh perkataanku bakal memancing masalah atau tidak. Yang kutahu adaamvqplah aku terlalu bergairah akibat digoda si dokter itu dan aku harrypkus memuaskan gairahku.

"Kamu yang minta, loh," ujarnya.

Danhswxm tiba-tiba saja jarinya mundur keluar. Lubangku seketika itu jugaioczsl terasa kosong dan menganga lebar. Aku mengerang dengan penuh rasbwuda putus asa, ingin dikerjai lagi. Namun saat aku menoleh ke belak [17tahun2.com] ang, aku melihat dokter itu sudah bertelanjang bulat. Kontolnya npzvedigaceng dan panjang, mungkin sekitar 18 sentimeter, bersunat. Kepasyqgrhla kontolnya yang berwarna kemerahan basah dengan precum. Rupanyanzmle dari tadi dia juga sudah terangsang.

"Kaget, ya? Sebelum tadirowxy aku memeriksa anusmu, aku sudah telanjang duluan. Kamu saja yang [17tahun2.com] tidak sadar," katanya penuh senyum.

Mataku menjalari tubuhnyavpujkt, dari puncak kepala sampai ke jempol kaki. Badannya sungguh sempnumohwurna. Memang tidak sebesar binaragawan, namun lumayan berotot sepehjgoyerti petinju. Lehernya kokoh menyangga kepalanya. Di dasar lehern [17tahun2.com] ya, tersambung badan yang luar biasa seksi. Bahunya lebar dan kek [17tahun2.com] ar. Dadanya bidang, padat, dan hampir bengkak dengan otot. Di bawugdlah dada seksi itu ada otot six-pack yang lumayan. Sekilas dia samegkjba sekali tak tampak seperti dokter jika sedang bertelanjang bulatizcb seperti itu. Sungguh, pria sempurna dengan badan yang sempurna pekpbwula. Ketika dia mendekatiku, aku nyaris kehabisan napas karena teizlxtogang! Selama ini aku hanya bisa mebayangkan bercinta dengan pria pwxfatletis seperti dia di dalam benakku, namun tak pernah menyangka xonvhbahwa fantasiku itu akan terwujud.

"Bagaimana? Suka dengan bad [17tahun2.com] anku?" tanyanya menggodaku. Aku hanya mengangguk-nganguk seperti [17tahun2.com] orang bodoh.
"Kamu cakep sekali. Aku paling suka pemuda seusia kafzjrlamu. Muda, boyish, langsing, putih dan mulus. Aku tahu apa yang k [17tahun2.com] amu pikirkan sekarang. Aku bukan homo, kok. Tapi aku juga sangat nzreydoyan cowok." Aku bingung mendengar penjelasannya. Bagaimana mungwuyikin dia bukan homo jika dia menyatakan bahwa dia suka cowok. Dokt [17tahun2.com] er itu membuatku pusing.
"Hampir semua pasien cowokku, kalau akuwqtk suka, telah kugagahi. Tentu saja aku sengaja memilih pasien yang [17tahun2.com] tak terlalu sakit dan masih agak kuat. Kalau homo, mereka langsuuxwlbing jatuh berlutut di bawah kakiku. Walaupun ada yang protes karennayzwa mereka hanya mau menyodomi dan tak mau disodomi. Tapi akhirnya,lchz dengan keseksianku, mereka jatuh juga. Sedangkan, kalau yang strqnjtaight, biasanya kuiming-imingi biaya berobat gratis. Karena kamu cmjeqhomo, kamu mau 'kan kugagahi? Ditanggung puas," katanya.

Kontomwvayzlnya yang keras ditempelkan di bibir anusku yang bengkak. Aku hanapizwvya bisa mendesah sebagai jawaban ya. Hanya satu yang kumau, kontoxzjglnya! Dengan lembut namun bertenaga, dokter itu memposisikan tubujqzvohku sehingga kini aku berdiri di lantai dengan badan membungkuk dhugvi atas ranjang. Pantatku terekspos untuk dia entot. Tanpa dapat dtejuitahan, anusku berkedut-kedut dengan tak sabar.

"Kamu yakin ma [17tahun2.com] u kontolku? Kontolku gede, loh. Kamu pasti akan kesakitan. Sekaraynswdng saja anusmu sudah bengkak begitu. Setelah kuentot, anusmu bakaybfiejl lebih bengkak dan perih lagi."
"Gak 'pa-pa. Asal bisa merasakavzlgcwn hajaran kontol dokter, saya sudah senang. Aahh.. Cepat, dok. Eneocmqrtot pantatku. Saya mau kontol dokter. Ayo.." rengekku.

Tentu snohwqyaja kata-kataku saat itu terlontar karena aku sedang di bawah pen [17tahun2.com] garuh nafsu birahi sesaat. Begitu aku mencapai klimaks, aku yakinensjxr aku akan sangat menyesalinya karena anusku akan menjadi jauh lebsldyih perih lagi. Namun jika kontol sudah mengambil alih pikiran, apecxapha yang dapat kuperbuat?

"Oohh.. Fuck me.. entot pantatku.. Oohkjpoh.. Ayolah, dok.. Aahh.."

Kudorong pantatku ke belakang berharqwhuefap agar kontol sang dokter akan menyambutnya namun dokter itu rupxydganya masih mau mempermainkanku dulu. Dokter itu hanya membenamkanxfnmrg kontolnya di dalam belahan pantatku kemudian menggesek-gesekkannlmyzqya, membuatku gila dengan nafsu. Aku terus memohonnya untuk segerkbfva mengentot duburku namun dia hanya tertawa mesum saja.

"Nantikzmrtb dulu donk. Saya mau merasakan tubuhmu dulu."

Dia memelukku daoktwri belakang dan langsung saja melarikan tangannya di sekujur tubuxehpmhku. Dadaku dibelai-belai, diremas-remas dan diraba-raba. Perlaku [17tahun2.com] annya membuat kedua putingku berdiri menegang. Dadaku sangat sens [17tahun2.com] itif sehingga aku tak dapat menahan diri untuk tidak menggeliat-gibkwhteliat. Rasanya sungguh geli tapi juga nikmat.

"Oh, badanmu haleqtnwus dan lembut. Saya suka banget.. Oohh.. Saya plintir putingmu.. xcboAahh.. Kuremas dadamu.. Aahh.. Yyeaahh.. Kucumbu kamu sampai kamuytlq kehabisan napas.. Hhoohh.." Napasnya menderu-deru di telingaku.
oikruy "Hhoohh.. Dok.. Fuck me.. Aahh.. Ngentot donk.. Aahh.. Aku butuh [17tahun2.com] kontolmu, dokter.. Aahh.. Hhoohh.."

Aku mendesah-desah dan menpewfvmohon-mohon seperti gigolo homo murahan. Tapi aku memang sungguh [17tahun2.com] tak dapat menahan gejolak birahiku. Dokter itu terlalu menyiksaku [17tahun2.com] . Rupanya dia senang mendengarku memohon kontolnya.

"Hhoohh.. mefxFuck me.. Aahh.."

Kuarahkan tanganku ke belakang, kuraba-raba fhitabadannya. Oh, setiap lekuk otot atletisnya sungguh terasa. Sepertomecrpi kataku tadi, badan si dokter itu lebih mirip badan seorang petigzmhxcnju. Alangkah bahagianya aku bisa menjadi pasien dokter yang sekshpjzi seperti itu.

Tiba-tiba, benda keras dan kenyal mulai menusukfspewu masuk ke dalam pantatku. Aku mengerang kesakitan saat anusku diphedqaksa membuka untuk membiarkan benda itu masuk. Rasa sakit itu semcfhzqvakin bertambah dikarenakan anusku masih terluka akibat disodomi thpqxweeman gayku beberapa waktu yang lalu. Saat kutolehkan kepalaku ke [17tahun2.com] belakang, ternyata sang dokter itu sedang menyodomiku! Kontolnya qnompcyang besar dan panjang itu sedang memasuki diriku.

"Oohh.. Semshwteppit banget.. Aahh.. Bagaimana kalau pantatmu nggak perih.. Aahh.. [17tahun2.com] Pasti lebih sempit lagi.. Uugghh.. Kamu suka kontolku? Hhuuhh.."cwbex Sambil mengerang-ngerang keenakan, dokter itu akhirnya berhasil opbyjuga menancapkan kontolnya masuk dalam-dalam.
"Aarrgghh.." bbllecoqless..

Badanku bergetar menahan sakit, kakiku hampir tak kuat m [17tahun2.com] enopang berat badanku. Entah mengapa, aku menjadi lemas, seakan-aoavzkan kontol dokter itu menyedot energiku. Tanganku berpegangan eraxlisjot-erat pada ranjang, takut terjatuh. Di dalam tubuhku, kurasakan [17tahun2.com] kehangatan menyebar dari batang kontol itu. Bibir anusku yang benfsuyrgkak terasa semakin sakit saja. Tak tahan menahan perih, aku menardiepcngis terisak-isak, air mataku mengalir keluar. Namun rasa sakit ilfontu malah menaikkan libidoku. Kontolku menegang, berdenyut-denyut.sdgy Precum mulai mengalir keluar dari lubang kontolku yang menganga.phkdxy

"Hhoohh.. Sakit, dok.. Aahh.. Sakit.. Aarrgghh.."

Beberapa [17tahun2.com] kali, secara refleks, aku berusaha menghindarkan diri dari hajarwvxnlan kontolnya. Namun dokter itu menahan pinggulku kuat-kuat sehing [17tahun2.com] ga aku tak dapat kabur. Aku dipaksa untuk menerima kontolnya tanp [17tahun2.com] a protes.

"Aahh.. Fuck me.. Oohh.." Sakit bercampur nikmat menhkuwidera tubuhku bergantian.

Kontol yang hebat itu menghajar prostzithnatku berkali-kali, membuatku melonjak-lonjak. Di sela-sela acara jeyvngentot itu, dokter itu berbisik..

"Aahh.. Enak 'kan kontolku?dqba Aahh.. Aku bakal mengentot kamu sampai pantatmu sobek.. Aahh.. Ralmjxsasakan kontolku.. Uugghh.. Dasar homo.. Aahh.. Fuck you.. Aahh.."dogl

Kontol itu keluar-masuk lubang anusku dengan kecepatan tinggiamnzql. Aku hanya bisa mengerang-ngerang kesakitan. Keringat mmebanjirimnik tubuh kami. Aroma kejantanannya menyebar di ruangan itu. Kepalak [17tahun2.com] u pusing dengan gairah yang tak tertahankan. Di satu sisi, aku inzihogin berhenti disodomi, namun di sisi lain kontolnya memberikan be [17tahun2.com] gitu banyak kenikmatan. Aku hanya bisa mengerangkan rasa nikmat duckpfan sakitku.

"Aarrgghh!! Oohh!! Aahh!!"

Sambil tetap membor qxezpantatku, dokter itu mengoleskan gel dingin di bibir anusku. Gel qaxsjitu terasa begitu dingin dan menyejukkan. Selama sesaat, rasa sakvgfhqit itu hilang. Gel itu juga berfungsi sebagai pelumas sehingga me [17tahun2.com] ngurangi pergesekan. Kontol itu pun menjadi lebih mudah menyodomiiadupku. Precum sang dokter mengalir dalam jumlah banyak, melumasi kanbdxorcal duburku. Kurasakan bagian dalam pantatku menjadi lengket, terlhbrapdumuri gel dan precum.

"Aahh.. Pantatmu enak banget.. Hhoohh.. ezsgtAku suka negntot ama kamu.. Aahh.. Fuck you.. Aahh.. Aku bakal ngkmrde-fuck kamu terus.. Terus.. Dan terus.. Hhoohh.."

Deraan keniknwbogmatan demi kenikmatan menghujani tubuhku. Prostatku serasa lembeknvlax, dihajar habis-habisan oleh kepala kontol dokter itu. Tekanan davpmqlam bola pelirku sudah hampir mencapai puncaknya. Sebentar lagi, yfxjspermaku akan muncrat berhamburan.

"Hhoohh.. Dok.. Mau keluar.viegs. Aarrgghh.." Kontolku sudah mengalirkan precum seperti air ledenkfblig dan kini sudah hampir akan menyemburkan pejuh.
"Aarrgghh.."
"ifozwdHhoohh.. Aku juga hampir sampai.. Aarrgghh.. Fuck! Terima ini.. Aazyqhmahh.. Spermaku.. Hhoohh.."

Gerakan ngentotnya menjadi semakin qmyzbsbertenaga dan cepat. Anusku hampir sobek, disodomi dengan sekasarvaxg itu. Dokter itu mengerang-ngerang dan badannya yang atletis itu hsreterguncang-guncang. Sebentar lagi, 'gunung berapi' itu akan meletrhxsyus! Namun tepat di saat kami berdua sedang hampir berada di puncavolmk kenikmatan, pintu ruangan praktek tiba-tiba terbuka lebar. Dan cksyngsesosok pria
Ternyata sosok itu adalah sang asisten. Jantungku yang tadi berkbjgzpdegup kencang kini normal kembali. Namun, gara-gara peristiwa txrntadi, orgasmeku terhambat sehingga aku harus mulai dari nol lagifouk. Asisten itu hanya tersenyum mesum melihatku disodomi dokter ihdxietu. Tonjolan besar di balik celana panjangnya seakan menantangktvxuu. Begitu pintu ditutup, dia berjalan menghampiri kami.

"Ruahgbvujng praktek sudah kukunci. Saya juga sudah memasang tanda 'TUTUP [17tahun2.com] ' di depan pintu. Takkan ada yang mengganggu kita, dok," katanylswvfna. Dokter itu hanya menggeramkan isyarat 'ya', tak mau aktifitambnqds sodominya terganggu.
"Halo manis," sapa sang asisten padaku.rdun Daguku dibelai seperti membelai dagu anjing.
"Suka dientot yaoriu? Nanti saya ngentot kamu juga, ya?"

Di hadapanku, dia mulaiclpfi melepaskan pakaiannya satu persatu. Kemeja putih dan celana payhgxldnjangnya jatuh ke atas lantai, berikut celana dalamnya. Aku teromyrgpana melihat ukuran kontolnya. Besar sekali. Ukuran kepala kontujvebolnya sungguh besar, bahkan lebih besar daripada semua kontol y [17tahun2.com] ang pernah kulihat. Bentuknya agak pipih dan panjang sehingga tphvmuampak seperti kepala ular gemuk. Seperti kebanyakan pria pribummftzhqi lainnya, asisten itu memiliki kontol yang bersunat. Untuk ukuzxjbran panjang batang kontol, saya mengira-ngira mungkin mencapai [17tahun2.com] 18 cm. Jika digabung dengan panjang kepala kontolnya, panjang t [17tahun2.com] otal kontol sang asisten bisa mencapai sekitar 22 cm. Sungguh syeuaebuah kontol yang unik. Ketika asisten itu mendekatkan kontolnyxrcegha padaku, aroma pejuh kering yang sangat menusuk hinggap di dalbmtfaam hidungku. Noda basah precum tampak menyelimuti kepala penisnoxqhya. Rupanya dari tadi dia sudah terangsang.

"Buka donk, say.oxsuc Hisap kontolku, ya," bujuknya seraya membelai-belai punggungkuimfbe.
"Tau nggak? Saat kamu duduk di ruang tunggu tadi, saya lagi jnohdmencoli kontolku, loh. Kamu pasti nggak sadar melihat lenganku ikwnyang bergerak-gerak di bawah meja," tambahnya sambil tertawa mehcyofsum.

Sang asisten memberi isyarat pada dokter itu untuk bergrzhqklanti posisi. Setelah mendapat anggukan, dokter itu menarik tubuwmqkhku ke belakang menjauhi ranjang sementara kontolnya masih tert [17tahun2.com] anam di dalam anusku. Asisten itu kemudian buru-buru duduk di arzkmqwtas ranjang dengan kaki terkangkang lebar. Kontolnya yang meneg [17tahun2.com] ang berdiri tanpa malu. Tubuhku lalu diarahkan maju ke depan selkrzhingga kontol sang asisten berada tepat di depan hidungku. Aromyaonqa kejantanan menusuk-nusuk hidungku, membuatku semakin bernafsuezjd.

Tanpa diminta dua kali, aku membuka mulutku dengan patuh dtsmjhean menelan kontol itu. Aamm.. Rasa asin langsung menyambutku. A [17tahun2.com] sisten itu langsung bermain kasar. Dia menggunakan mulutku sepehdqerti pantat dan langsung menyodomiku. Kontolnya bergerak-gerak d [17tahun2.com] engan kecepatan tinggi, menyodok-nyodok tenggorokanku. Berkali-wezlxkali aku tersedak. Air mataku mengalir keluar secara refleks. Suqpfxgeringkali aku kehabisan napas.

Kontol sebesar itu hampir merxpbsugombak ulang anatomi dalam mulutku. Berhubung mulutku sempit danpohqn sementara kontolnya besar, pergesekan dengan gigiku tak terhin [17tahun2.com] darkan lagi. Tiap kali gigiku mengenai kepala kontolnya, asistemebwn itu akan melolong seperti serigala. Namun hal itu justru malafdpqiuh membuatnya semakin bernafsu. Gawat sekali, bagaimana aku dapagjlft menangani pria bernafsu besar seperti dia? Air liurku mengali [17tahun2.com] r keluar dari sisi mulutku, bercampur dengan precum dari kontoljdugtwnya.

"Hhoohh.. Enak banget.. Aahh.. Hampir ngecret.. Aahh.. [17tahun2.com] Bersiaplah homo.. Hhoohh.. Telan pejuhku.. Aahh.." racau asiste [17tahun2.com] n itu, matanya terpejam.

Sementara itu, sang dokter juga hamcjlbmpir mencapai klimaks.

"Hhoohh.. Aahh.." Kontolnya benar-benabjamr telah merombak ulang isi duburku. Semua organ dalamku terkenaymzlb hajaran kontolnya yang dahsyat.
"Aarrgghh.. Oohh.." erangnya.ekptd
"Aku kkeluuaarr.. Aarrgghh!!" ccrroott!! Ccrroott!! Ccrroott!wiob!" Semburan pejuh yang panas membanjiri duburku. Rasanya panas ojmrsekali.
"Aarrgghh!! Hhoohh!! Oohh!! Hhoosshh!!" erangnya sambiuicdl tetap mengentot pantatku. Sodokan kontolnya yang menguat membyokvuatku terpekik kesakitan bercampur nikmat. Kontolku sendiri sudmuyfoah basah sekali, meneteskan precum ke atas lantai.
"Hhoohh.. Aljekahh.."

Pada saat yang hampir bersamaan, kontol sang asisten todywxjuga ikut menyemburkan sperma. Hal itu sungguh sangat mengagumkuywhban mengingat dia baru saja bergabung namun dengan cepat sudah mfcenencapai orgasme. Ccrroott!! Ccrroott!! Ccrroott!! Sperma yang metmvlqenyemprot keluar terasa hangat di mulutku. Begitu menyentuh lidcmhgbahku, rasa pahit dari spermanya memenuhi mulutku.

"Oohh!! Aaryqievhh!! Uugghh!!" erangnya.

Badannya mengejang-ngejang, menahanbyrej nikmat. Erangannya terdengar keras sekali seakan dia sedang ke [17tahun2.com] sakitan. Tapi sebenarnya, dia sedang dikuasai oleh rasa nikmat xuqryang tak tertahankan. Ccrroott!! Ccrroott!! Pejuhnya terus-meneblqwrus membanjiri mulutku sehingga sebagian mengalir keluar. Terbuwrabcdru-buru, aku menelan semuanya. Mm.. Aku paling doyan minum sperfqioma. Dan sperma sang asisten ini sangatlah enak. Slurp!

"Ooh.rjwkhx. Yyeeaahh.. Telan semuanya, homo.. Aahh.. Telan.." desahnya sa [17tahun2.com] mbil mengelus-ngelus kepalaku.

Aku mendesah dengan penuh kekidkupecewaan saat kontol sang dokter ditarik keluar dari anusku. Akuhoczt ingin dientot lagi namun dokter itu tampaknya sudah terpuaskanrsuyqb. Saat kontolnya tercabut, spermanya meleleh keluar dari anuskuzovab yang menganga. Lelehan sperma itu jatuh ke atas lantai. Sementdcbgemara sang dokter pergi ke toilet untuk mencuci kontolnya, sang aqfevisisten sibuk bermain dengan tubuhku.

Saat itulah aku baru dabreqypat meneliti bentuk tubuh si asisten ganteng itu. Rupanya tubuh [17tahun2.com] nya tak jauh berbeda daripada tubuh sang dokter. Badan asisten avphitu juga atletis, dadanya bidang dan kencang. Kedua putingnya btmvdrerdiri menegang, di sekelilingnya ditumbuhi bulu-bulu halus. Bupocilu halus juga tumbuh di bagian tengah dada dan perut six-packnygdfva. Sungguh menggetarkan kontolku, apalagi aku belum ngecret. Nasorkufsuku kembali berkobar. Kontolnya kembali kuemut, menyedot habi [17tahun2.com] s sisa-sisa pejuh yang belum sempat kujilat. Slurp! Enak sekali [17tahun2.com] . Namun asisten itu kemudian menghindar saat melihat sang doktevrpmxr kembali. Aku agak kecewa karena kontol yang enak itu terlepastjeglp dari mulutku.

"Kamu selalu haus sperma, yach?" tanya dokter [17tahun2.com] itu sambil menepuk-nepuk pantatku. Tangannya masih mengenakan yxnqsarung tangan plastik.
"Mm.. Kontolmu masih tegang," komentarnxtpndkya sambil mengocok-ngocok kontolku.

Dikocok seperti itu, kon [17tahun2.com] tolku hampir saja memuntahkan sperma namun kocokan itu berhentiacvoh tepat di saat aku mau muncrat. Tentu saja aku frustrasi sekalislfdju, aku hanya mau muncrat. Dengan bernafsu, jari-jari dokter itu [17tahun2.com] menembus masuk ke dalam lubang pantatku yang agak longgar. Aku dofkinmendesah saat jari-jari itu menerobos masuk. Tiga jari sudah bezyqsrada di dalam anusku. Aku mulai menggelinjang-gelinjang kesakitihontran bercampur kenikmatan saat jari-jarinya mulai menyodomiku.

bukwi "Ah, kamu suka, yach? Homo seperti kamu memang tak pernah puaswqra dientot." ujarnya. Sambil menepuk punggung asistennya, dia ber [17tahun2.com] kata padanya..
"Entoti dia. Biar dia tahu rasa. Buat dia kesak [17tahun2.com] itan dengan kontolmu. Fuck him."

Mendapat lampu hijau dari bfmikcsosnya, asisten itu langsung menggerayangiku dengan penuh nafsu. [17tahun2.com] Dengan kasar, tubuhku dibalikkan sehingga aku kini berhadapan xtimhdengannya. Sorot matanya berkobar-kobar dengan api birahi. Dan evsbaku harus melayani kuda pejantan seperti dia. Asisten itu memannpserg sungguh seorang pejantan, mengingat asisten itu baru saja munhzjmpcrat. Dan sekarang kontolnya sudah bangkit kembali, siap untuk [17tahun2.com] menembakku dengan cairan spermanya.

Kehangatan tubuhnya membmkrfvuatku terangsang. Apalagi saat otot dadanya menempel di badanku [17tahun2.com] , aku merasa bahwa aku hampir muncrat! Asisten itu memelukku sa [17tahun2.com] mbil mencium-cium leher dan wajahku. Oohh.. Bagaimana mungkin ddpqiia bukan gay? Seorang pria heteroseksual murni takkan mau menculhtgsdmbu sesama pria sepanas itu. Dia pasti juga pria homoseksual yaosgcxng masih menyangkal jati dirinya sendiri. Desah napasnya terdenbkrzhegar begitu kencang di telingaku. Saat bibirnya memaksakan ciumadksavon pada bibirku, aku tidak menolaknya. Kubalas ciumannya dengan [17tahun2.com] sangat bernafsu. Gairahku sudah sangat besar karena dari tadi aknueovku belum juga sempat ngecret.

Aku digiring ke ranjang dan di [17tahun2.com] baringkan di situ. Seperti pria pengentot sejati, asisten itu nvtwxgaik ke atas ranjang dan menggerayangiku. Sambil mencium dan menbtqexjilat setiap jengkal tubuhku, dia berusaha mendekatkan kontolnyfoapa pada lubang anusku. tampaknya dia masih ingin menggodaku sebafrvchb dia sengaja mendekatkan kontolnya tapi menolak untuk menyodomypuadiku. Setiap kali napas panasnya berhembus di kulitku, aku menjaaoqnxzdi semakin terangsang. Ereksi kencang sekali sehingga aku hampixcfjker merasa kesakitan. Aku mau dipuaskan, saat itu juga.

"Entotowkhvqi pantatku.. Hhoohh.. Ayo, masukkan kontolmu.. Aahh.. Aku butuhsulp kontolmu.." desahku, menggeliat-geliat akibat disentuh-sentuh oqegoleh sang asisten.
"Hhoohh.. Fuck me.. Aahh.." desahku, sangat [17tahun2.com] terangsang.

Tubuh telanjang sang asisten sangat menggoda bidmyxzfrahiku. Dadanya yang bidang itu kuremas-remas dengan kuat, membvbzdtuatnya mendesah keenakan. Jari-jariku sengaja memain-mainkan ke [17tahun2.com] dua putingnya. Puting sang asisten itu agak kecil namun tegang ypirhmelenting. Warnanya coklat tua, sangat kontras dengan warna tubhkuyxcuhnya yang agak terang.

"Hhoohh.. Kamu suka puting, homo? Aaznvryhh.. Mainin putingku.. Oohh yyeeaahh.." racaunya sembari berusaajvsha mendekatkan dadanya ke mulutku.

Tentu saja aku tak menolakjgmiknya. Dengan lahap, kujilat-jilat putingnya itu. Mm.. Enak sekakijczlli. SLURP! SLURP! Sapuan lidahku malah membuat sang asisten semxduzmvakin tegang. Kontolnya meneteskan cairan precum ke atas paha dadnotn perutku, sesekali beradu dengan kontolku yang juga ngaceng.
hmadlq
"Hhoohh.. Mulutmu enak banget.. Yyeeaahh.. Jilat putingku.. H [17tahun2.com] hoosshh.."
Puting sang asisten terasa enak sekali di mulutku. Setiap kali lidah [17tahun2.com] ku menyapu kepala putingnya yang tegang melenting, kontolku terangsakwotxjng. Apalagi di sekitar putingnya terdapat bulu-bulu halus, membuatnyopzgha semakin seksi saja. Slurp! Slurp! Air liurku melapisi putingnya. Syqhmaat putingnya yang basah kutiup-tiup, sang asisten menggeram dengan taneuwpenuh kenikmatan. Kontolku yang tegang dipegang dengan kasar. Aku memagqhngerang, tentu saja. Sang asisten rupanya senang bermain kasar. Kont [17tahun2.com] olku ditarik-tarik dengan gerakan mencoli yang kasar. Namun rasanya hbxjentetap saja nikmat.

"Hhoohh.. Aahh.. Uugghh.."

Mendengar desahabvschn nikmatku, dia malah semakin bersemangat mengerjai kontolku. Tak ayecqaal lagi, precumku mengalir keluar dengan deras. Cairan licin itu melcepsuiicinkan permukaan kulit kontolku. Sesekali pegangan sang asisten selnshywip.

"Hhoohh.. Kamu begitu menggairahkan.. Aahh.. Mau 'kan aku entzmpjot?" tanya sang asisten, napasnya menderu-deru.

Tetesan precum davebaori kontolnya menggenang di perutku. Kulihat tubuh atletisnya menjauhiazr dariku. Mengambil posisi berdiri, asisten itu kemudian menarik tubujkpsighku sehingga pantatku berada tepat di sisi ranjang. Dengan kasar, kalgaiqkiku dikangkangkan selebar-lebarnya dan diletakkan di atas pundaknyakysb. Tak terbayangkan betapa nikmatnya meletakkan kaki di atas pundak bzgonjerotot miliknya itu. Oohh.. otot dadanya berkontraksi seiring denganvbowxd setiap gerakan yang dia buat. Astaga, kontolku hampir muncrat. Dan [17tahun2.com] tanpa aba-aba, tiba-tiba asisten itu menghujamkan kontolnya masuk kevxwcm dalam pantatku.

"Aarrgghh!!" jeritku, keras-keras.

Rasa sakitgsmab menusuk tubuhku sampai ke ubun-ubun kepalaku. Anusku yang masih benjkdqggkak kembali dipaksa untuk menerima kontol. Namun berhubung ukuran k [17tahun2.com] ontol sang asisten sangat besar, aku menjadi semakin kesakitan.

"pkeoOohh.. Sakit Bang.. Aahh.." rintihku, air mataku mengalir keluar.
" [17tahun2.com] Jangan cengeng.. Aahh.. Kamu 'kan homo yang doyan kontol.. Hhoohh.. xpbkRasakan kontolku.."

Tanpa belas kasihan, sang asisten itu menggen [17tahun2.com] jot pantatku dengan keras. Kepala kontol yang besar itu menghajar is [17tahun2.com] i perutku sambil meninggalkan jejak precum di mana-mana. Sisa semburphiean sperma sang dokter yang masih berada di dalamku teraduk-aduk. Sebaksxagian mengalir keluar dari bibir anusku.

"Oohh yyeeaahh.. Enak bazgswnget.. Aahh.. Pas sekali dengan kontolku.. Hhoohh.."

Lubang anusktxqvenu dapat dibilang sudah longgar akibat disodomi dokter itu. Namun ketneolika dimasuki kontol besar milik sang asisten, anusku terasa sempit lvecsfmagi. Baru kali ini duburku 'disiksa' separah ini. Tanpa kusadari, betsrnercak-bercak darah memerahkan cairan sperma yang lolos keluar dari an [17tahun2.com] usku.

"Oohh.. Fuck you.. Aahh.. Rasakan ini.. Oohh.. Fuck.."

Kufpznontol besar itu dipompanya keluar masuk. Tubuhku terguncang-guncang,onha mengikuti ritme sodokan kontolnya. Meski terasa sakit, rasa nikmat qsjcxmenyerang tubuhku. Setiap kali prostatku disodok kontol itu, tekananksgmdz dalam bola pelirku meningkat. Aku merasa seakan-akan mau ngecret nahotbmun dorongan di dalam bola pelirku belum cukup keras untuk mengeluar [17tahun2.com] kan spermaku.

Kepalaku mulai berputar-putar, mabuk dengan kenikmaqdjusptan itu. Precum mengalir sangat deras dari lubang kontolku. Cairan iosqizxtu mengalir menuruni batang kontolku dan lalu mencapai perut, berbauneskgzr dengan tetesan precum milik asisten itu. Namun karena penuh, cairaxunmkn precumku mengalir menuruni sisi perutku dan membasahi ranjang. Aku [17tahun2.com] hanya mampu mengerang-ngerang, pasrah.

"Hhoohh.. Fuck me.. Aahh.bvoirt. Hhoosshh.. Kontol.. Aahh.. Uugghh.." Aku mulai meracau tanpa hentilbkwd.

Rasa nikmat memenuhi kepalaku. Namun terasa menyiksa karena akuxknbiq belum bisa ngecret. Aku sengaja menahan diri untuk tidak bermasturbbrzpqnasi agar rasa nikmat yang kurasakan bertambah. Kualihkan perhatiankuoujalp pada dada sang asisten yang bidang, lebar, dan keras itu. Aahh.. Engmtxuak sekali rasanya saat kularikan tanganku di atasnya. Kuremas-remas tecydada itu yang saat itu sudah mulai berkeringat. Semakin lama, keringdsgymat yang mengucur dari badannya semakin banyak. Tetes demi tetes kerirwfstongat menetes ke atas tubuhku. Badan asisten itu benar-benar besah devpfrtngan keringat, terlihat seperti baru saja mandi.

Selama proses ng [17tahun2.com] entot itu, sang dokter hnaya tertawa mesum saja setiap kali mendengaqxuypr eranganku. Dia terus memberikan semangat pada asistennya.

"Oohhveboxh yyeeaahh.. entoti pantatnya, jangan ragu-ragu. Berikan si homo apa wdrfoyang dia mau.. Hhoohh.. Sodok anusnya dengan kontolmu yang besar itugztj.. Biar dia tahu rasa.. Yyeeaahh.. Sodomi terus.. Jangan diberi ampuxieczbn.. Aahh.. Lihat dia, dia mengerang dan memohon kontolmu.. Hhoosshh.iuozdg. Berikan kontolmu.. Aahh.. Hajar saja.. Oohh.. Fuck.."

Tampak sednwhkali dokter itu terangsang lagi. Kontolnya kembali bangkit, berkilau [17tahun2.com] an dengan noda precum. Sambil mencoli kontolnya, dia mulai mendekatiecstf asistennya. Dari belakang, dokter itu mengusap-ngusap dada bidang m [17tahun2.com] ilik bawahannya itu. Sesekali tangannya bertabrakan dengan tanganku.vuqid Namun asisten itu sama sekali tidak protes saat digerayangi oleh sa [17tahun2.com] ng dokter. Kuduga, mereka adalah pasangan homo. Sesaat kubayangkan acydwvtpa yang akan mereka lakukan tiap kali tutup praktek. Mereka pasti sefedvring berhomoseks bersama.

Seakan dapat membaca pikiranku, dokter uhnpitu berkata..

"Kami memang sering ngentot bersama. Meskipun kami qrpaberdua bukan homo, tapi kami suka ngentot bareng-bareng. Terkadang hgmxyqaanya ada kami berdua. Dan terkadang lagi, seperti sekarang ini, ngenbfjntot rame-rame dengan pasien priaku. Lebih mudah memperkosa pasien prqtofksia dewasa karena mereka takkan berani melapor. Siapa sih yang mau mejmhsongaku di depan polisi kalau dia baru saja disodomi oleh sesama pria?pavyfk Mau ditaruh ke mana mukanya? Harga dirinya sebagai seorang pria akafwrysn runtuh."

Dokter itu kembali menggerayangi tubuh asistennya, merlfwkeasakan setiap lekuk otot yang menonjol.

"Tapi kalau memperkosa kamtylum homo seperti kamu paling gampang.. Hhoohh.. Karena kalian memang bgpndamenginginkannya.. Aahh.."

Tanpa malu, mereka saling berciuman. Kupdkzrwlihat bibir mereka menyatu dan lidah mereka saling menyentuh. Suara yrubciuman mereka bergema di dalam ruangan praktek bercampur dengan eranwdptngan nikmatku.

"Aarrgghh!!" Asisten itu tiba-tiba melolong kesakitboguan, padahal dia belum ngecret. Namun ketika kucermati, rupanya dia mypvkfelolong kesakitan karena pantatnya sedang disodomi oleh dokter itu.
gdfez "Hhoohh.. entoti pantatku, dok.. Aahh.. Saya butuh kontol dokter jugnetga.."

Astaga, mereka benar-benar pasangan homo. Meskipun mereka mzgvhasih bersikeras bahwa mereka bukan homo, bagiku mereka adalah homo, dqursama sepertiku. Dari posisiku, aku tak dapat melihat dokter itu dengaoznan jelas, sebab tubuhnya terhalang tubuh sang asisten. Namun di dalatisofm otakku yang mesum, kubayangkan rupa kami semua. Aku berbaring di ayuzxtas meja dan sedang dingentot asisten itu. Lalu asisten itu dingentozjxqft oleh sang dokter sambil berdiri. Aahh.. Kontolku makin ngaceng sajhyoxsva membayangkannya.

"Aahh.. Fuck me.. Oohh.. Hajar anusku, dok.. Adlmhahh.. Banjiri perutku dnegan spermamu, dok.. Hhoosshh.."
"Aahh.." dwjolesah sang dokter, berpegangan kuat pada pinggul asistennya.
"Kusodo [17tahun2.com] mi pantatmu.. Oohh yyeeaahh.. Rasakan kontolku.. Oohh.. Dokter ngenthokmotin asistennya.. Hhoosshh.."

Kontolnya yang perkasa bergerak kelaysguar-masuk, menjebol lubang anus asistennya yang sudah tidak perjaka [17tahun2.com] lagi. Di wajah sang asisten tergambar jelas rasa nikmat yang tak terbedtqkatakan. Matanya merem-melek, merasa setiap hajaran kontol sang doktrqcjer.

"Hhoohh.. Fuck you.. Pantatmu tetap rapat dan sempit.. Hhoohhmvybie.. Enaknya ngentoti kamu.. Hhoohh.." erang dokter itu, semakin kerasvlkx menyodomi asistennya.

Kontol asisten itu yang sedang bersarang d [17tahun2.com] i dalam tubuhku berdenyut-denyut hebat. Kubayangkan, dia pasti sedanyikumg blingsatan merasakan nikmat di kedua sisi. Di pantatnya, kontol dokrhqlakter itu menghajar prostatnya. Sedangkan kontolnya sendiri sedang me [17tahun2.com] nyodomi pantatku. Bagaimana tidak nikmat?

"Aahh.. Sodomi aku, dokahzoe.. Hhoohh.. Jadikan aku mainan seksmu.. Aahh.. Kontol dokter besar drkwban hangat.. Aahh.. Fuck me.. Hhosshh.."
"Aarrgghh.. Oohh.." erangan [17tahun2.com] ku bertambah besar tatkala tekanan dalam bola pelirku sudah tak tertnscwahankan lagi.

Aku akan muncrat tanpa bermasturbasi! Sang asisten zfyqrupanya sadar, maka dia sengaja menggenggam batang kontolku lagi danpemrwu mencolinya sekuat-kuatnya. Tanpa bisa dicegah, aku pun ngecret. Ccrrzahroott!! Ccrroott!! Ccrroott!! Aku menjerit sekuat-kuatnya sebab orga [17tahun2.com] smeku terasa sangat luar biasa. Tubuhku mengejang-ngejang seperti orrkywang kesurupan, rasa nikmat menghajar badanku tanpa ampun.

"Oohh!! [17tahun2.com] Aarrgghh!! Oohh!!" Aku berpegangan pada dada asisten itu sambil mermorwxnintih-rintih kenikmatan. Orgasmeku rupanya juga memicu orgasme sang gvzmwhasisten sebab anusku ikut berdenyut-denyut, memerah spermanya.
"Hhojgeplohh!!" teriaknya, sekujur tubuhnya bergetar. Dan muncratlah spermany [17tahun2.com] a di dalam anusku. Ccrroott!! Ccrroott!! Ccrroott!! Asisten itu sangdmeygat blingsatan sambil menyuarakan orgasmenya.
"Aahh!! Oohh!! Uugghh!yjes!"

Wajahnya tampak menyeringai kesakitan. Tapi aku tahu pasti bahxjpzcwa bukan rasa sakit yang sedang dia ekspresikan, melainkan rasa nikmnjmyqfat. Ccrroott!! Ccrroott!! Kontolnya mengejang-ngejang selama hampir [17tahun2.com] semenit penuh. Pejuh yang dihasilkannya pun terasa sangat banyak samrwxqchpai-sampai aku merasa perutku penuh. Hampir di saat yang bersamaan, [17tahun2.com] dokter itu kembali berejakulasi.

"Aarrgghh!! Shit! Aku ngecret.. pcdlAarrgghh!!" erangnya.

Dan.. Ccrroott!! Ccrreett!! Ccrroott!! Bagabfnqdki ular naga ganas, kontol dokter itu menyemburkan spermanya ke mana-iykfnmana, membanjiri setiap ruang kosong di dalam dubur asisten itu.

qhye"Aahh!! Uugghh!! Oohh!!"

Tubuh asisten itu terguncang-guncang sebkflxiyab dokter itu berpegangan pada tubuhnya untuk menahan gejolak orgasmfzrjme. Ah, sungguh pemandangan yang merangsang kontol melihat dua pria spjwreksi berorgasme. Ketika semuanya usai, kami tetap berada di posisi mubtvpasing-masing, saling memeluk. Jantung kami masih berdegup kencang daadpfzgn keringat menyiram badan kami.

Sepuluh menit kemudian, kami semubaeodua sudah kembali berpakaian rapi. Tak ada tanda-tanda bahwa kami baruqenri saja berhomoseks meskipun ruang praktek itu masih berbau pejuh. Aku [17tahun2.com] terpaksa berjalan agak mengangkang karena anusku kini semakin bengk [17tahun2.com] ak dan perih. Dokter itu memberikan padaku salep untuk meredakan perylrvjih di anusku dengan gratis. Sebelum berpisah, dia berkata..

"Datajvdwng lagi, ya. Aku dan asistenku siap mengentot kami kapan saja."

Tiqpckwak perlu diminta pun, aku sudah pasti akan kembali lagi menemui dokt [17tahun2.com] er itu. Aahh..